Virus Zika Menjalar ke Eropa dan Asia

January 25, 2016
Author : Integra


virus-zika_20151117_213308

Dunia kesehatan akhir-akhir ini berpusat pada suatu penyakit yang gejalanya hampir sama dengan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), pasalnya virus ini tidak menular antarmanusia. Penularan virus ini disebabkan oleh nyamuk yang sama dengan DBD, yaitu Aedes Aegypti. Penyakit yang terkenal dengan nama virus Zika ini pertama kali ditemukan di Uganda pada tahun 1947 dan menjangkit Amerika pada tahun 2014.

Virus Zika merupakan Flavivirus kelompok Arbovirus bagian dari virus RNA. Pertama kali  diisolasi tahun 1948 dari monyet di Hutan Zika Uganda, jadi sepertinya Zika sendiri merupakan nama hutan tempat dimana virus ini berhasil diisolasi.

Walaupun belum ada yang melaporkan virus ini dapat menyebabkan kematian, namun kepala Departemen Penyakit di PAHO Marcos Espinal mengatakan, Zika kemungkinan besar berkaitan dengan microcephaly – penyakit di mana otak mengecil atau tidak tumbuh sesuai ukuran normal. Hal ini menyebabkan di beberapa Negara timbul himbauan untuk tidak hamil dahulu setidaknya sampai 6 bulan ke depan. Hal ini dikarenakan janin yang ibunya terserang virus Zika, dapat lahir dengan penyakit microcephaly.

Belakangan ini masyarakat dunia kian khawatir dengan serangan virus ini, karena virus ini telah menyebar di berbagai Negara. Setelah Amerika Serikat (AS), Inggris juga melaporkan warganya yang terjangkit virus tersebut, Walaupun wabah terbesar masih menjangkit Brasil dan Kolombia,  virus ini sudah mulai menjangkit Eropa dan Asia. Enam Negara Asia Tenggara seperti Thailand, Kamboja, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Maladewa mulai waspada dengan menjangkitnya virus ini di Negara masing-masing.

Sedangkan di Indonesia sendiri, dengan musim hujan yang tengah berlangsung beberapa bulan belakangan, masyarakat perlu mewaspadai kemungkinan terjangkitnya virus ini. Mengingat laporan-laporan yang masuk. infeksi ini pernah ditemui di Indonesia dan kebetulan vektor pembawa penyakit virus ini memang ada di Indonesia yaitu nyamuk Aedes Aegypti yang juga membawa penyakit  infeksi demam berdarah dan Chikungunya.

Gejala dari virus ini sama seperti infeksi virus pada umumnya. Awalnya pasien akan merasakan demam mendadak, lemas, kemerahan pada kulit badan, punggung dan kaki, serta nyeri otot dan sendi. Berbeda dengan virus Dengue, pada Zika mata pasien akan cenderung merah karena mengalami radang konjungtiva atau konjungtivitis. Pasien juga biasanya akan merasakan sakit kepala.

Pemeriksaan laboratorium sederhana biasanya hanya menunjukkan penurunan kadar sel darah putih seperti umumnya infeksi virus lainnya. Berbeda dengan infeksi demam berdarah, infeksi virus Zika tidak menyebabkan penurunan kadar trombosit.

Masa inkubasi hampir mirip dengan infeksi virus Dengue yaitu beberapa hari sampai satu minggu. Sekilas infeksi virus Zika hampir mirip dengan virus Dengue sehingga adanya infeksi ini sering kali tidak terdeteksi karena umumnya gejalanya ringan.

Saat ini memang vaksin untuk menyembuhkan virus ini belum ditemukan. Pengobatan yang diberikan lebih bersifat suportif seperti istirahat yang cukup, banyak minum air putih, jika timbul demam minum obat penurun panas, dan menjaga kesehatan makanan.

Pencegahan yang dianjurkan pun sama seperti pencegahan infeksi demam berdarah, yaitu pemberantasan sarang nyamuk dengan kembali menggalakan 3 M (Mengubur, Menguras dan Menutup). Hal ini guna menghilangkan sumber penyebar virus, yaitu nyamuk Aedes Aegypty.