Penyakit Kritis yang Ditanggung Polis Asuransi Part I

October 7, 2015
Author : Integra


CIcover

 

Ada banyak sekali penyakit kritis yang ada di dunia medis. Tetapi tidak semua penyakit kritis dapat ditanggung oleh asuransi. Ini adalah beberapa penyakit kritis yang dapat ditanggung oleh asuransi:

  1. Serangan Penyakit Jantung

Kematian satu sisi otot jantung (myocardium) untuk disebabkan dari tertutup/ tersumbatnya arteri koronaria.

  1. Pembedahan arteri koronaria

Pembedahan jantung untuk melakukan perbaikan satu penyumbatan atau penyempitan dari satu atau lebih arteri koronaria lewat cara bypass gratis.

  1. Serangan stroke

Kecelakaan pembuluh darah otak ( cerebrovascular accident) yang menyebabkan cacat pada syarat (kelainan syaraf) yang berjalan kian lebih 24 jam serta terhitung kematian jaringan otak (infraction), pendarahan (hemorrhage) atau penyumbatan (embolism) yang datang dari sumber di luar tengkorak (extra cranial) serta mesti ada bukti ada deficit neurologist yang menetap.

  1. Penyakit kanker

Tumor ganas yang ditandai dengan satu perkembangan sel yang tidak teratasi serta penyebaran beberapa sel ganas ke jaringan badan yang lain. Hal semacam ini meliputi leukemia serta penyakit hodgkins (kanker getah bening) yang pertumbuhannya tak bisa dikontrol dengan cara medis.

  1. Gagal ginjal

Tidak berhasil ginjal tahap akhir yang mengakibatkan tertanggung mesti melakukan dengan cara teratur dialysis peritoneal atau bersihkan darah (haemodialisis) atau transplantasi ginjal.

  1. Transplantasi organ utama

Tertanggung yaitu penerima organ yang berbentuk jantung, paru-paru, hat, oankreas, serta tulang sumsum yang operasinya sudah dikerjakan, atau tertanggung sudah tercatat dengan cara resmi pada daftar tunggu untuk penerima.

  1. Operasi katup jantung

Pembedahan jantung terbuka yang dikerjakan untuk melakukan perbaikan atau ganti manfaat katup jantung yang abnormal.

  1. Kehilangan kekuatan bicara

Kehilangan kekuatan bicara dengan cara keseluruhan serta permanen.

  1. Luka bakar

Luka bakar derajat ketiga (third degree) serta sedikitnya tentang 20% luas permukaan badan.

  1. Koma

Situasi tidak sadar, tiada reaksi pada rangsangan dari luar atau dalam serta membuahkan kelainan-kelainan syaraf (neurogical defisit)